Bahasa Yunani

Dari Wikipedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Yunani
Ἑλληνική/Ελληνικά
Hellēnikḗ/Ellinika
Pelafalan[hel.lɛː.ni.ke] atau [eliniˈka]
Dituturkan diYunani, Siprus, Semenanjung Italia bagian selatan, Anatolia, pesisir Laut Hitam
EtnisYunani
Penutur bahasa
15 juta (tidak tercantum tanggal)
Bentuk awal
DialekDialek Kuno
Dialek Modern
Alfabet Yunani
Status resmi
Bahasa resmi di
 Yunani
 Siprus
 Uni Eropa
Diatur olehPusat Bahasa Yunani
Kode bahasa
ISO 639-1el
ISO 639-2ell (T)
ISO 639-3ell
Idioma Griego.PNG
Daerah-daerah di mana bahasa Yunani Modern dituturkan secara mayoritas (warna biru tua menunjukkan daerah di mana sebagai bahasa resmi)
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA

Bahasa Yunani (bahasa Yunani Modern: Ελληνικά Elliniká; bahasa Yunani Kuno: Ἑλληνική, translit. Hellēnikḗ) adalah suatu bahasa Indo-Eropa yang dituturkan di Yunani, Siprus, Albania bagian selatan, dan sebagian daerah-daerah di pesisir Laut Hitam, Anatolia, dan Semenanjung Italia bagian selatan. Bahasa ini memiliki bukti tertulis kedua tertua dalam lingkup rumpun Indo-Eropa, setelah bahasa Het, dan bahasa Indo-Eropa hidup yang masih memiliki catatan sejarah terpanjang, selama 3.400 tahun.[1] Bahasa ini ditulis dalam Alfabet Yunani, yang telah digunakan selama 2.800 tahun;[2][3] sebelumnya, bahasa Yunani tercatat dalam aksara Linear B dan Siprus.[4] Alfabet Yunani diturunkan dari abjad Fenisia, dan alfabet ini menurunkan alfabet Latin, Kiril, Armenia, Kubti, Gotik, dan banyak aksara lainnya lainnya.

Bahasa Yunani menduduki tempat yang sangat penting dalam peradaban Dunia Barat. Dimulai dari wiracarita yang ditulis oleh Homeros, sastra Yunani Kuno mencakup banyak karya penting terhadap norma-norma kesusastraan Dunia Barat. Bahasa Yunani juga merupakan bahasa di mana banyak naskah dasar dalam ilmu pengetahuan dan filsafat awalnya disusun. Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen juga aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.[5][6] Bersama dengan bahasa Latin, naskah-naskah Yunani dan masyarakat Yunani kuno merupakan objek penelitian disiplin Peradaban Klasik Eropa.

Selama Zaman Klasik Eropa, bahasa Yunani merupakan basantara yang paling banyak digunakan di pesisir Laut Tengah. Bahasa ini juga menjadi bahasa resmi Kekaisaran Romawi Timur pada tahap Pertengahan.[7] Dalam bentuknya yang modern, bahasa Yunani merupakan bahasa resmi di Republik Yunani dan Siprus, serta salah satu dari dua puluh empat bahasa resmi di Uni Eropa. Bahasa ini memiliki jumlah penutur sebanyak 15 juta yang banyak terkonsentrasi di Yunani, Siprus, Italia bagian selatan, Albania bagian selatan, Turki, pesisir Laut Hitam di Ukraina, serta perantau lainnya di penjuru dunia.

Pengakaran kata yang diadopsi dari bahasa Yunani telah digunakan secara luas selama berabad-abad dan terus digunakan secara luas untuk menciptakan kata-kata baru dalam bahasa lain. Bahasa Yunani dan Latin adalah sumber utama kosakata ilmiah internasional.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bahasa Yunani telah digunakan di semenanjung Balkan sejak sekitar abad ke-3 SM.[8] Bukti tertulis paling awal adalah tablet tanah liat Linear B yang ditemukan di Messenia yang ditulis sekitar 1450 dan 1350 SM.[9] Penemuan tersebut menjadikan bahasa Yunani sebagai bahasa tertua yang masih digunakan hingga sekarang di dunia. Di antara bahasa-bahasa Indo-Eropa, tanggal pengesahan tertulis paling awal hanya cocok dengan rumpun bahasa Anatolia yang sudah punah.

Tahap[sunting | sunting sumber]

Daerah penutur bahasa Proto-Helenik menurut ahli bahasa bernama Vladimir I. Georgiev.

Bahasa Yunani secara umum dibagi menjadi periode-periode berikut:

  • Proto-Helenik: leluhur terakhir semua ragam Yunani bersama bahasa Makedonia Kuno yang tidak memiliki bukti tertulis. Kesatuan penutur Pra-Helenik dan Proto-Helenik telah berakhir ketika memasuki Semenanjung Yunani pada zaman Neolitikum Akhir hingga Zaman Perunggu Awal.[note 1]
  • Yunani Mikenai: bahasa yang dituturkan di Peradaban Mikenai. Bahasa ini ditulis dalam aksara Linear B pada abad ke-16–12 SM.
  • Yunani Kuno: yang terbagi-bagi menjadi banyak dialek, pada zaman Arkais hingga Klasik.
  • Yunani Koine (juga disebut Yunani Helenistik): Hampir semua dialek-dialek kuno terlebur ke dalam tahap ini. Dialek Ionia dan Attika, memulai proses yang menghasilkan penciptaan dialek Yunani umum pertama, yang menjadi basantara di hampir seluruh pesisir Laut Tengah, Anatolia, dan Syam. Bahasa Yunani Koine awalnya dapat dilacak di dalam pasukan dan wilayah taklukan Aleksander Agung, setelah penjajahan Helenistik di dunia yang dikenal, bentuk bahasa ini juga sempat dituturkan di Mesir hingga ke pinggiran subbenua India bagian barat. Setelah penaklukan Romawi atas Yunani, dwibahasa Yunani dan Latin menjadi sumber kesusastraan di Roma dan bahasa Yunani menjadi bahasa kalangan terpelajar di Kekaisaran Romawi. Asal mula Kekristenan juga dapat ditelusuri melalui bahasa Yunani Koine karena para rasul menggunakan bentuk bahasa ini untuk menyebarkan Kekristenan. Karena bahasa ini merupakan bahasa asli Perjanjian Baru. Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa ini sebagai Septuaginta, beberapa ragam bahasa Yunani Koine untuk menulis sumber-sumber Kekristenan juga dapat disebut sebagai bahasa Yunani Perjanjian Baru atau Yunani Alkitabiah.
  • Yunani Pertengahan (juga disebut Yunani Romawi TImur atau Yunani Bizantium): kelanjutan bahasa Yunani Koine hingga runtuhnya Romawi Timur pada abad ke-15. Yunani Abad Pertengahan adalah istilah penutup untuk kesinambungan gaya berbahasa dan penulisan yang berbeda, mulai dari kelanjutan vernakular Koine lisan yang sudah mendekati bahasa Yunani Modern dalam banyak hal, hingga bentuk yang sangat dipelajari yang meniru Attika klasik. Sebagian besar bahasa Yunani tertulis yang digunakan sebagai bahasa resmi Kekaisaran Romawi Timur adalah ragam krama yang didasarkan pada tradisi tulisan Koine.
  • Yunani Modern (juga disebut Helenik Baru):[10] Berasal dari bahasa Yunani Abad Pertengahan, penggunaan bahasa Yunani Modern dapat ditelusuri pada periode Romawi Timur, pada awal abad ke-11. Tahap ini adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Yunani modern, tepatnya bahasa Yunani Baku Modern beserta dialek-dialeknya.

Penggolongan[sunting | sunting sumber]

Bahasa Yunani adalah cabang dari Helenik. Bahasa kuno yang paling dekat hubungannya dengan Yunani kemungkinan Makedonia (bukan Makedonia Utara yang bagian dari Slavia),[11] yang menurut banyak pakar bahasa menduga bahwa bahasa tersebut merupakan dialek Yunani Doria,[12][13][14] tetapi bahasa tersebut kurang memiliki bukti tertulis dan sulit untuk disimpulkan. Terlepas dari pertanyaan tentang penggolongan Makedonia, beberapa cendekiawan telah mengelompokkan bahasa Yunani ke dalam hipotesis rumpun Yunani-Frigia, karena Yunani dan Frigia yang punah sama-sama memiliki fitur yang tidak ditemukan dalam bahasa-bahasa Indo-Eropa lainnya.[15] Di antara bahasa-bahasa yang hidup, beberapa pakar Indo-Eropa berpendapat bahwa bahasa Yunani mungkin paling dekat hubungannya dengan bahasa Armenia (lihat Hipotesis Yunani-Armenia) atau Rumpun bahasa Indo-Eropa (lihat Hipotesis Yunani-Arya), tetapi sedikit bukti pasti yang ditemukan untuk mengelompokkan cabang-cabang hidup dari bahasa-bahasa tersebut.[16] Selain itu, bahasa Albania juga dianggap berkerabat dekat dengan bahasa Yunani dan Armenia oleh beberapa ahli bahasa. Jika terbukti dan diakui, ketiga bahasa tersebut akan membentuk sub-cabang baru Balkan dengan bahasa-bahasa Eropa punah lainnya.[17]

Daerah tutur[sunting | sunting sumber]

Bahasa Yunani dituturkan di kawasan Yunani dan pulau-pulau di laut Aegea dengan jumlah penutur kurang lebih 14 juta jiwa. Meskipun demikian, penutur bahasa Yunani juga dijumpai di bagian selatan Albania, bagian selatan Republik Makedonia bekas Yugoslavia, Bulgaria, Rumania hingga kawasan Georgia dan Ukraina. Di Italia, penutur bahasa ini juga dijumpai di daerah Calabbria. Sedangkan di Turki, komunitas berbahasa Yunani banyak ditemui di Gokceada, Bozca ada dan kota Istambul dalam jumlah sangat kecil.

Di luar kawasan itu, komunitas berbahasa Yunani dapat dijumpai di Mesir, khususnya wilayah Iskandariyah dan Kairo. Mereka kebanyakan telah bermukim di wilayah-wilayah tersebut semenjak zaman sebelum Masehi.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. Ikhtisar lengkap di J.T. Hooker's Mycenaean Greece (Hooker 1976, Chapter 2: "Before the Mycenaean Age", pp. 11–33 and passim); untuk hipotesis berbeda yang mengecualikan migrasi besar-besaran dan mendukung skenario awal, lihat Colin Renfrew's "Problems in the General Correlation of Archaeological and Linguistic Strata in Prehistoric Greece: The Model of Autochthonous Origin" (Renfrew 1973, hlm. 263–276, especially p. 267) dalam Bronze Age Migrations oleh R.A. Crossland and A. Birchall, eds. (1973).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. "Greek language". Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica, Inc. Diakses tanggal 29 April 2014. 
  2. Haviland, William A.; Prins, Harald E. L.; Walrath, Dana; McBride, Bunny (2013). "Chapter 15: Language and Communication". Anthropology: The Human Challenge (dalam bahasa English). Cengage Learning. hlm. 394. ISBN 978-1-285-67758-3. Most of the alphabets used today descended from the Phoenician one. The Greeks adopted it about 2,800 years ago, modifying the characters to suit sounds in their own language. 
  3. Comrie, Bernard (1987). The World's Major Languages (dalam bahasa English). Routledge (dipublikasikan tanggal 2018). ISBN 978-1-317-29049-0. ... the Greek alphabet has served the Greek language well for some 2,800 years since its introduction into Greece in the tenth or ninth century BC. 
  4. Adrados, Francisco Rodríguez (2005). A history of the Greek language : from its origins to the present. Leiden: Brill. ISBN 978-90-04-12835-4. OCLC 59712402. 
  5. Kurt Aland, Barbara Aland The text of the New Testament: an introduction to the critical 1995 p. 52.
  6. Archibald Macbride Hunter Introducing the New Testament 1972 p. 9.
  7. Manuel, Germaine Catherine (1989). A study of the preservation of the classical tradition in the education, language, and literature of the Byzantine Empire. HVD ALEPH. 
  8. Renfrew 2003; Georgiev 1981.
  9. "Ancient Tablet Found: Oldest Readable Writing in Europe". National Geographic Society. 30 March 2011. Diakses tanggal 22 November 2013. 
  10. "Greek". Ethnologue (dalam bahasa English). Diakses tanggal 12 April 2020. 
  11. Hamp 2013, hlm. 8–10, 13.
  12. Crespo, Emilio (2018). "The Softening of Obstruent Consonants in the Macedonian Dialect". Dalam Giannakis, Georgios K.; Crespo, Emilio; Filos, Panagiotis. Studies in Ancient Greek Dialects: From Central Greece to the Black Sea. Walter de Gruyter. hlm. 329. ISBN 978-3-11-053081-0. 
  13. Hatzopoulos, Miltiades B. (2018). "Recent Research in the Ancient Macedonian Dialect: Consolidation and New Perspectives". Dalam Giannakis, Georgios K.; Crespo, Emilio; Filos, Panagiotis. Studies in Ancient Greek Dialects: From Central Greece to the Black Sea. Walter de Gruyter. hlm. 299. ISBN 978-3-11-053081-0. 
  14. Babiniotis 1992, hlm. 29–40; Dosuna 2012, hlm. 65–78.
  15. Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Graeco-Phrygian". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  16. Renfrew 1990; Gamkrelidze & Ivanov 1990, hlm. 110–116; Renfrew 2003, hlm. 17–48; Gray & Atkinson 2003, hlm. 435–439.
  17. Holm 2008, hlm. 628–636.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]