DVD

Dari Wikipedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
DVD
DVD logo.svg
20x
Sisi data DVD yang diproduksi oleh Sony DADC
Jenis mediaCakram optis
PenyandianDVD-ROM dan DVD-R(W) menggunakan satu encoding, DVD-RAM dan DVD+R(W) menggunakan metode yang lain
Kapasitas4.7 GB (satu sisi, satu lapis  – common)
8.5 GB (satu sisi, dua lapis)
9.4 GB (dua sisi, satu lapis)
17.08 GB (dua sisi, dua lapis)
Hingga empat lapisan dimungkinkan dalam DVD bentuk standar.
Mekanisme baca300–650 nm laser, 10.5 Mbit/s (1×)
Mekanisme tulisLaser 650 nm dengan sinar terfokus menggunakan lebih banyak kekuatan untuk pembacaan, 10.5 Mbit/s (1×)
StandarDVD Forum's DVD Books[1][2][3] dan DVD+RW Alliance specifications
PengembangSony
Panasonic
Philips
Toshiba
Dimensi fisikDiameter: 12 cm (4.7 in)
Ketebalan: 1.2 mm (0.047 in)
Massa16 grams (0.56 oz)
PenggunaanVideo rumahan (digantikan oleh HD-DVD, Blu-ray), dan Computer data storage
Dikembangkan dariLaserDisc
Cakram padat
Dikembangkan ke
Sisi data DVD yang diproduksi oleh Sony DADC
Sebuah katrid cakram DVD berkapasitas 4,7 gigabita

DVD (singkatan umum dari Digital Video Disc atau Digital Versatile Disc)[4][5] merupakan format penyimpanan data cakram optik digital yang ditemukan dan dikembangkan pada tahun 1995 dan dirilis pada akhir tahun 1996. Format DVD memungkinkan penyimpanan data hingga 17,08 GB[6], cakram optik digital ini dapat menyimpan segala jenis data digital dan digunakan secara luas untuk perangkat lunak dan file komputer lainnya serta program video yang ditonton menggunakan pemutar DVD. DVD menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi daripada cakram padat dengan dimensi yang sama. "DVD" pada awalnya adalah singkatan dari digital video disc, tetapi beberapa pihak ingin agar kepanjangannya diganti menjadi digital versatile disc (cakram serba guna digital) agar jelas bahwa format ini bukan hanya untuk video saja.

DVD prarekam diproduksi secara massal menggunakan mesin pencetak yang secara fisik menancapkan data secara langsung ke DVD. Cakram dengan teknologi tersebut merupakan bentuk dari DVD-ROM karena data hanya dapat dibaca dan tidak dapat ditulis (not written) atau dihapus. Cakram DVD kosong yang dapat direkam (DVD-R dan DVD+R) dapat direkam sekali saja menggunakan perekam DVD dan kemudian memiliki fungsi yang sama dengan DVD-ROM. DVD yang dapat ditulis ulang (DVD-RW, DVD+RW, dan DVD-RAM) dapat direkam dan dihapus berkali-kali.[7]

DVD yang biasa digunakan merupakan format video dari DVD-Video digital konsumen dan dalam format audio adalah DVD-Audio digital konsumen serta untuk pembuatan cakram DVDnya yang ditulis menggunakan format khusus AVCHD untuk menampung materi definisi tinggi (seringkali bersama dengan camcorder format AVCHD). DVD yang berisi jenis informasi lain dapat disebut sebagai DVD data discs. Terdapat pula perangkat lunak yang membolehkan pengguna untuk mencadangkan (back-up) DVD sendiri seperti DVD Decrypter dan DVD Shrink.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Oxford English Dictionary berkomentar bahwa, "Pada tahun 1995, produsen saingan dari produk yang awalnya bernama cakram video digital (digital video disc) setuju bahwa, untuk menekankan makna fleksibilitas format untuk aplikasi multimedia, maka singkatan DVD lebih baik dinamakan digital versatile disc." Oxford English Dictionary juga menyatakan bahwa pada tahun 1995, "Para perusahaan mengatakan nama resmi formatnya adalah hanya DVD. Toshiba telah menggunakan nama 'digital video disc', akan tetapi itu diganti menjadi 'digital versatile disc' setelah perusahaan komputer mengeluh bahwa nama tersebut meninggalkan kegunaan peranannya.[8]

Singkatan "digital versatile disc" diucapakan ketika dalam penjelasan yang diberikan pada DVD Forum Primer dari tahun 2000[9] dan dalam pernyataan misi Forum DVD.[10]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Perbandingan beberapa bentuk penampilan trek penyimpanan cakram (tidak dengan skalanya); hijau menunjukkan awal dan merah menunjukkan akhir.
* Beberapa perekam CD-R(W) dan DVD-R(W)/DVD+R(W) beroperasi pada mode ZCLV, CAA atau CAV, tetapi sebagian besar beroperasi pada mode constant linear velocity (CLV) mode.
Kees Schouhamer Immink menerima penghargaan personal technical Emmy Award atas kontribusinya pada DVD dan cakram Blu-ray

Ada beberapa format yang dikembangkan untuk merekam video pada cakram optik sebelum DVD. Teknologi perekaman optik ditemukan oleh David Paul Gregg dan James Russell pada tahun 1963 dan pertama kali dipatenkan pada tahun 1968. Para konsumen cakram optik format data mengenalnya sebagai LaserDisc yang dikembangkan di Amerika Serikat, dan pertama kali dipasarkan di Atlanta, Georgia pada Desember 1978. LaserDisc menggunakan cakram yang jauh lebih besar daripada format yang lebih baru. Karena tingginya biaya pemutar dan cakram, adopsi LaserDisc oleh konsumen sangat rendah di Amerika Utara dan Eropa, dan tidak banyak digunakan di mana pun termasuk di luar Jepang dan daerah yang lebih makmur di Asia Tenggara, seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Taiwan.

Video CD (VCD) dirilis pada tahun 1987, menggunakan encoding video analog pada cakram optik yang cocok dengan cakram padat (CD) audio standar berukuran 120 mm (4,7 in). VCD menjadi salah satu format pertama untuk mendistribusikan film yang diencoding secara digital dalam format tersebut pada tahun 1993.[11] Pada tahun yang sama, dua format penyimpanan cakram optik baru sedang dikembangkan. Salah satunya adalah Multimedia Compact Disc (MMCD), didukung oleh Philips dan Sony (pengembang CD dan CD-i), dan cakram optik yang lainnya adalah Super Density (SD) disk, didukung oleh Toshiba, Time Warner, Matsushita Electric, Hitachi, Mitsubishi Electric, Pioneer, Thomson, dan JVC. Pada saat peluncuran pers untuk kedua format pada Januari 1995, penamaan/nomenklatur MMCD telah dihapus, Philips dan Sony menggantinya dengan mengacu pada penamaan format Digital Video Disc (DVD).[12][13] Logo Super Density nantinya akan digunakan kembali di Secure Digital.

Perwakilan dari kamp SD meminta saran kepada IBM tentang sistem file yang akan digunakan untuk disk mereka, dan mencari dukungan untuk format SD sebagai menyimpanan data komputer. Alan E. Bell, seorang peneliti dari IBM Almaden Research Center, menerima permintaan itu, dan juga mengetahui proyek pengembangan MMCD. Waspada akan terulangnya perang format kaset video yang mahal antara VHS dan Betamax pada 1980-an, ia mengumpulkan sekelompok pakar industri komputer, termasuk perwakilan dari Apple, Microsoft, Sun Microsystems, Dell, dan banyak lainnya. Kelompok ini disebut sebagai Kelompok Kerja Teknis, atau TWG (Technical Working Group).

Pada tanggal 3 Mei 1995, sebuah grup ad hoc yang dibentuk dari lima perusahaan komputer (IBM, Apple, Compaq, Hewlett-Packard, dan Microsoft) mengeluarkan siaran pers yang menyatakan bahwa mereka hanya akan menerima satu format.[14][15] TWG memilih untuk memboikot kedua format tersebut kecuali sampai kedua kubu menyetujui standar tunggal yang konvergen. Mereka merekrut Lou Gerstner, presiden IBM, untuk menekan para eksekutif dari faksi-faksi yang bertikai. Dalam satu kompromi yang signifikan, kelompok MMCD dan SD setuju untuk mengadopsi proposal SD 9, yang merupakan dua lapis disk berlapis ganda yang dapat dibaca dari sisi yang sama—bukan proposal SD 10, mengadopsikan disk dua sisi dimana pengguna harus membalikkan sisinya.[16] Alhasil, spesifikasi DVD dapat memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 4,7 GB (4,38 GiB)[17] untuk disk satu sisi satu lapis dan 8,5 GB (7,92 GiB) untuk disk satu sisi berlapis ganda.[16] Spesifikasi DVD akhirnya mirip dengan Super Density Disc Toshiba dan Matsushita, kecuali untuk opsi lapisan ganda (MMCD merupakan salah satu disk dengan satu sisi dan memiliki opsional lapisan ganda, sedangkan SD merupakan dua disk setengah tebal, satu lapisan yang ditekan secara terpisah dan kemudian direkatkan untuk membentuk disk dua sisi[13]) dan modulasi EFMPlus dirancang oleh Kees Schouhamer Immink.

Philips dan Sony memutuskan bahwa demi kepentingan terbaik, mereka akan berencana untuk mengakhiri perang format, dan pada 15 September 1995[18] setuju untuk bersatu dengan perusahaan yang mendukung Super Density Disc untuk merilis format tunggal, dengan teknologi dari keduanya. Setelah kompromi lain antara MMCD dan SD, bahwa perusahaan komputer melalui TWG memenangkan peperangan tersebut, dan satu format pun disepakati. TWG juga berkolaborasi dengan Optical Storage Technology Association (OSTA) dalam penggunaan implementasi sistem file ISO-13346 (dikenal sebagai Universal Disk Format) untuk digunakan pada DVD baru. Rincian format diselesaikan pada 8 Desember 1995.[19] Tak lama setelah finalisasi format, pembicaraan dimulai pada pertengahan Desember 1995 tentang bagaimana mendistribusikan format secara eceran.

Pada November 1995, Samsung mengumumkan akan mulai memproduksi DVD secara massal pada September 1996.[20] Format tersebut diluncurkan pada 1 November 1996 di Jepang, sebagian besar hanya dengan rilis video musik. Rilisan besar pertama dari Warner Home Video hadir pada 20 Desember 1996, dengan empat judul film yang tersedia.[lower-alpha 1][21] Rilis format di Amerika Serikat ditunda beberapa kali, dari Agustus 1996,[22] ke Oktober 1996,[23] lalu di geser ke November 1996,[24] sebelum akhirnya dirilis di awal tahun 1997.[25] Pemutar DVD mulai diproduksi di domestik pada musim dingin tersebut, dengan 24 Maret 1997 sebagai tanggal peluncuran format yang layak di Amerika Serikat dengan tujuh pasar ujicoba.[lower-alpha 2][26][27] Namun, peluncuran dijadwalkan ulang untuk hari berikutnya (25 Maret), dikarenakan perubahan distribusi antara pengecer dan studio untuk mencegah pelanggaran breaking street pada tanggal jalan (street date).[28] Peluncuran untuk seluruh negara untuk format tersebut terjadi pada 22 Agustus 1997.

[29][butuh sumber yang lebih baik]

Pada tahun 2001, cakram (disk) DVD kosong yang dapat direkam memiliki harga setara dengan US$32,55 pada tahun 2020.[30][31]

Pemakaian[sunting | sunting sumber]

PlayStation 2, konsol video game pertama yang dapat dijalankan melalui cakram DVD.

Distributor film dan home entertaiment mengadopsi format DVD untuk menggantikan kaset VHS yang pada saat itu lazim sebagai format distribusi video konsumen utama.[32] Mereka mengadopsi DVD karena menghasilkan video dan suara dengan kualitas lebih tinggi, memberikan keawetan data yang superior, dan dapat interaktif.[butuh rujukan] Interaktivitas LaserDiscs yang telah terbukti diminati konsumen, terutama para kolektor. Ketika harga LaserDisc turun dari sekitar $100 per disc menjadi $20 per disc secara eceran,membuat fitur mewah tersebut tersedia untuk konsumsi massal. Secara bersamaan, studio film memutuskan untuk mengubah model rilis hiburan rumah mereka dari model sewa ke model pembelian,[butuh rujukan] dan membuat banyak penjualan yang besar pada DVD.

Pada saat yang sama, permintaan untuk layanan dan talenta desain interaktif dihadirkan. Film di masa lalu memiliki urutan judul yang dirancang secara unik. Secara mengejutkan setiap film yang dirilis membutuhkan arsitektur informasi dan komponen desain interaktif yang sesuai dengan nada film dan berada pada tingkat kualitas yang dituntut Hollywood untuk produknya.

DVD sebagai format memiliki dua kualitas pada saat itu yang tidak tersedia di media interaktif lainnya: kapasitas dan kecepatan yang cukup untuk memberikan kualitas tinggi, video dan suara bergerak penuh, dan mekanisme pengiriman biaya rendah yang disediakan oleh pengecer produk retail. Pengecer akan menjual pemutar mereka dengan harga di bawah $200, dan akhirnya dengan harga di bawah $50 secara eceran. Selain itu, media DVD sendiri cukup kecil dan cukup ringan untuk mengirim dengan menggunakan perangko kelas satu pada umumnya. Hampir secara sepat, DVD menciptakan peluang dan model bisnis baru bagi para inovator bisnis untuk menemukan kembali model distribusi video rumahan (home entertaiment). DVD juga memberi perusahaan cara yang murah untuk menyediakan informasi bisnis dan produk pada video secara lengkap melalui pengiriman surat langsung.

Segera setelah adopsi formal standar terpadu untuk DVD, dua dari empat perusahaan konsol video game terkemuka (Sega dan The 3DO Company) mengatakan bahwa mereka telah memiliki rencana untuk merancang konsol game dengan DVD sebagai sumber medium.[33] Sony menyatakan pada saat itu bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menggunakan DVD dalam sistem konsol permainan mereka, meskipun pada saat itu Sony menjadi salah satu pengembang format DVD, lalu pada akhirnya Sony menjadi perusahaan pertama yang benar-benar merilis konsol berbasis DVD.[33] Konsol game seperti PlayStation 2, Xbox, dan Xbox 360 menggunakan DVD sebagai sumber medium untuk game dan perangkat lunak lainnya. Game kontemporer untuk Windows juga didistribusikan dalam bentuk DVD. DVD era awal dibuat menggunakan kaset DLT,[34] namun penggunaan DVD-R DL atau +R DL akhirnya menjadi hal yang lazim.[35]

Penggunaan DVD lainnya tersedia pada Combo TV DVD, menggabungkan standard definition CRT TV atau HD flat panel TV bersama dengan sebuah mekanisme DVD di bawah CRT atau di bagian belakang panel datar. Penggunaan DVD terdapat pula pada Combo VCR/DVD yang tersedia untuk dapat dibeli untuk penggunaan DVD.[36]

Spektifikasi[sunting | sunting sumber]

Spesifikasi DVD yang dibuat dan diperbarui dan diterbitkan oleh Forum DVD biasa disebut sebagai Buku DVD (DVD Books) (misalnya Buku DVD-ROM, Buku DVD-Audio, Buku DVD-Video, Buku DVD-R, Buku DVD-RW, Buku DVD-RAM, Buku DVD-AR (Perekaman Audio), Buku DVD-VR ((Perekaman Video), dll.).[1][2][3] Disk DVD terdiri dari dua disk; biasanya satu kosong, dan yang lainnya berisi data. Masing-masing disk memiliki ketebalan 0,6 mm, dan kemudian direkatkan untuk membentuk disk DVD. Proses perekatan harus dilakukan dengan hati-hati untuk membuat piringan sedatar mungkin untuk menghindari birefringence dan menghindari "kemiringan piringan", yaitu ketika piringan tidak rata sempurna, sehingga tidak bisa terbaca.[37][38]

Beberapa spesifikasi strandarisasi untuk karakteristik mekanis, fisik, dan optik dari cakram optik DVD dapat diunduh dan tersedia secara bebas di situs web ISO.[39] Ada pula dari standar European Computer Manufacturers Association (Ecma) yang setara untuk beberapa spesifikasi DVD, seperti Ecma-267 untuk DVD-ROM.[40] DVD+RW Alliance juga menerbitkan spesifikasi DVD yang dapat direkam secara bersaing seperti DVD+R, DVD+R DL, DVD+RW atau DVD+RW DL. Format DVD tersebut juga berstandarisasi ISO.[41][42][43][44]

Beberapa spesifikasi DVD (misalnya untuk DVD-Video) tidak tersedia untuk umum dan hanya dapat diperoleh dari DVD Format/Logo Licensing Corporation (DVD FLLC) dengan biaya US$5000.[45][46] Setiap pelanggan harus menandatangani perjanjian kerahasiaan karena informasi tertentu pada DVD Books merupakan paten dan rahasia.[45] DVD6C merupakan memegang kumpulan paten yang digunakan untuk DVD drive dan cakram DVD.

Kapasitas DVD secara konvensional dinyatakan dalam gigabyte (GB), dengan definisi desimal dari istilah ini dihitung sedemikian rupa sehingga 1 GB = <math>10^9</math>bytes.

Cakram dengan banyak lapisan[sunting | sunting sumber]

Seperti format cakram optik lain era sebelumnya, cakram DVD secara dasar—dikenal sebagai DVD-5 di dalam DVD Books, disebut Tipe A dalam standar ISO—berisi satu lapisan data yang hanya dapat dibaca dari satu sisi. Namun, format DVD juga dapat mencakup spesifikasi untuk tiga jenis cakram dengan lapisan rekaman tambahan, hal tersebut memperluas kapasitas data cakram melebihi 4,7 GB pada DVD-5 dengan mempertahankan kesamaan ukuran fisik cakram.

Cakram dua sisi[sunting | sunting sumber]

Diilhami dari format LaserDisc, standar DVD yang menyertakan cakram DVD-10 (Tipe B dalam ISO) memiliki dua lapisan data yang direkam sehingga hanya satu lapisan yang dapat diakses dari kedua sisi disk. Dengan demikian dapat menggandakan total kapasitas nominal cakram DVD-10 menjadi 9,4 GB (8,75 GiB), tetapi setiap sisi dikunci menjadi 4,7 GB. Seperti disk DVD-5, disk DVD-10 didefinisikan sebagai disk single-layer (SL).[39]

Cakram dua sisi mengidentifikasi sisi-sisinya sebagai sisi A dan B. Struktur cakramnya kurang memiliki lapisan kosong sehingga label identifikasi dicetak pada cakram salah satu sisinya, sehingga informasi seperti judul dicetak pada satu atau pada dua sisi di jepitan non-data zona pada tengah-tengah cakramnya.

Tipikal DVD-10 tidak begitu disukai karena karena tidak seperti cakram dua lapis, cakram dua sisi (DVD-10) mengharuskan pengguna untuk membaliknya secara manual untuk mengakses konten lengkap (skenario yang relatif cukup mengerikan untuk film DVD), sedangkan DVD-10 hanya menawarkan manfaat yang sepele seperti kapasitas. Diluar dari kelebihannya akan kapasitas, DVD-10 terbukti lebih sulit untuk rawat dan disimpan.

Cakram lapis ganda[sunting | sunting sumber]

Cakram lapisan ganda menggunakan kedua lapisan rekaman, namun keduanya dapat dibaca dari sisi yang sama (dan tidak dapat dibaca dari sisi lain). Cakram DVD-9 ini (Tipe C dalam ISO) hampir memiliki dua kali lipat dari kapasitas cakram DVD-5 dengan nominal yaitu 8,5 GB, tetapi DVD-9 berada berada di bawah kapasitas keseluruhan dari cakram DVD-10 karena perbedaan dalam struktur data fisik dari tambahan lapisan rekaman. Namun, keuntungan cakram lapis ganda tidak perlu membalik cakram untuk mengakses data rekaman yang lengkap – memungkinkan pengalaman yang hampir sama untuk konten A/V dengan ukurannya melebihi kapasitas dari cakram lapis tunggal – dan menjadi bukti bahwa cakram lapis ganda merupakan pilihan yang lebih baik untuk film DVD ketika diproduksi secara massal.

Perangkat keras DVD mengakses lapisan tambahan (lapisan 1) dengan memfokuskan kembali laser melalui lapisan pertama semitransparan yang biasanya ditempatkan (lapisan 0). Proses Pemfokusan ulang laser —pada momen berikutnya memerlukan kembali pelacakan laser— dapat menyebabkan jeda yang nyata dalam pemutaran A/V pada pemutar DVD, yang panjangnya bervariasi antar perangkat keras.[47] Pesan tercetak yang ingin disampaikan untuk menjelaskan bahwa ada jeda transisi lapisan bukanlah merupakan kerusakan menjadi standar yang ditulis kotak penyimpanan DVD. Selama mastering, sebuah studio dapat membuat transisi dengan sengaja menjadi kurang tampak jelas jedanya dengan mengatur waktu agar terjadi tepat sebelum perubahan sudut kamera atau perubahan mendadak lainnya, contoh yang paling awal adalah saat rilis DVD Toy Story.[48] Kemudian dalam perjalanan format DVD, buffer data yang lebih besar dan pickup optik yang lebih cepat di pemutar DVD dapat membuat transisi lapisan secara efektif tidak terlihat tanpa memerlukan mastering.

DVD lapisan ganda direkam menggunakan teknik Opposite Track Path (OTP).[49] Kebanyakan cakram lapisan ganda melakukan mastering dengan lapisan 0 yang mulai dari diameter dalam dan berlanjut ke luar—seperti halnya pada sebagian besar media optik yang terlepas dari jumlah lapisannya—sementara Lapisan 1 dimulai pada diameter luar mutlak dan berlanjut ke dalam. Selain itu, trek data diputar sedemikian rupa sehingga cakram berputar ke arah yang sama untuk membaca kedua lapisan. Disk DL video DVD dapat melakukan mastering dengan sedikit berbeda: aliran media tunggal dapat dibagi antara lapisan seperti lapisan 1 dimulai pada diameter yang samaan dengan berakhirnya lapisan 0. Modifikasi ini dapat mengurangi jeda transisi lapisan yang terlihat karena setelah pemfokusan ulang, laser tetap pada tempatnya sehingga mengurangi kehilangan waktu tambahan saat melintasi diameter cakram yang tersisa.

DVD-9 merupakan implementasi pertama dari DVD yang sukses secara komersial dari teknologi tersebut.[per kapan?][butuh rujukan]

Cakram dengan kombinasi sisi dan lapis ganda[sunting | sunting sumber]

Disk DVD-18 (Tipe D dalam ISO) secara efektif menggabungkan tipe cakram DVD-9 dan DVD-10 dengan memuat empat lapisan data yang direkam (teralokasikan sebagai dua set lapisan 0 dan 1) sehingga memuat satu set lapisan yang dapat diakses dari kedua sisi cakram. Cakram ini menyediakan total kapasitas 17,0 GB, dengan 8,5 GB per masing-masing sisinya. Format ini awalnya digunakan untuk serial televisi yang dirilis dalam bentuk DVD (seperti rilis pertama dari serial Miami Vice dan Quantum Leap), tetapi akhirnya ditinggalkan demi menerbitkan ulang versi cakram satu sisi.

The DVD Books juga mengizinkan jenis format cakram tambahan yang disebut DVD-14: cakram dua sisi hibrida dengan satu sisi lapisan ganda serta satu sisi lapisan tunggal, dan total kapasitas nominal 12,3 GB.[50] DVD-14 tidak memiliki padanan dalam ISO.[39]

Kedua jenis cakram tambahan dengan kombinasi ini sangat langka karena pembuatannya yang rumit dan mahal.[50]

Catatan: Bagian di atas merupakan bagian mengenai jenis cakram yang berkaitan dengan cakram ukuran 12 cm. Adapula Jenis cakram dengan ukuran cakram 8 cm: Standar ISO masih menganggap kedua cakram tersebut dalam Tipe A–D, sedangkan The DVD Books menetapkan hal tersebut merupakan cakram yang berbeda. DVD-14 tidak memiliki tipe analog 8 cm. Data komparatif untuk cakram 8 cm disediakan lebih jauh pada penjelasan di bawah.

DVD recordable dan rewritable[sunting | sunting sumber]

Sony Rewritable DVD
perangkat DVD burner drive untuk komputer.

Perusahaan Hewlett-Packard awalnya mengembangkan media DVD yang dapat merekam demi kebutuhan penyimpanan data untuk cadangan dan perpindahan data.[51][tidak disebut di rujukan] DVD yang dapat merekam (recordable) pada masa sekarang juga digunakan untuk perekaman audio dan video konsumen. Terdapat tiga format dikembangkan: DVD-R/RW, DVD+R/RW (plus), dan DVD-RAM. DVD-R tersedia dalam dua format yaitu General (650 nm) dan Authoring (635 nm). Cakram Authoring dapat merekam konten video CSS encrypted sedangkan cakram General tidak dapat melakukan hal tersebut.[52]

Meskipun kebanyakan DVD writes saat ini dapat teknik penulisan (write) dalam format DVD+R/RW dan DVD-R/RW (biasanya dilambangkan dengan "DVD±RW" atau dengan adanya keberadaan logo DVD Forum dan logo DVD+RW Alliance), Penandaan "plus" dan "tanda hubung" menggunakan forrmat spesifikasi teknis penulisan (write) yang berbeda pula. Sebagian besar perangkat keras DVD memainkan kedua jenis teknis cakram tersebut, meskipun model perangkat keras DVD lama dapat mengalami masalah dengan varian "plus".

Beberapa pemutar DVD pada era awal akan menyebabkan kerusakan pada DVD saat membaca jenis varian DVD±R/RW/DL.[butuh rujukan]

Bentuk alur spiral yang membentuk struktur dari DVD recordable dapat mengkodekan data identifikasi yang tidak dapat diubah hal ini dikenal sebagai Media Identification Code (MID). MID berisi data seperti pabrikan dan model, kapasitas byte, data rata-rata yang diizinkan (juga dikenal sebagai kecepatan data), dll.[butuh rujukan]

Perekaman lapis ganda[sunting | sunting sumber]

Perekaman lapis ganda (kadang disebut double-layer recording/dual-layer recording) memungkinkan cakram DVD-R dan DVD+R menyimpan hampir dua kali lipat data dari cakram lapis tunggal—masing-masing berkapasitas 8,5 (lapis ganda) dan 4,7 gigabyte (lapis tunggal).[53] Kapasitas tambahan memiliki bebantambahan: DVD±DL memiliki kecepatan tulis yang lebih lambat dibandingkan dengan DVD±R.[butuh rujukan]DVD-R DL dikembangkan oleh Pioneer Corporation untuk DVD Forum ; sedangkan DVD+R DL yang dikembangkan oleh Mitsubishi Kagaku Media (MKM) dan Philips untuk DVD+RW Alliance.[54]

Cakram DVD recordable menyokong teknologi lapisan ganda yang kompatibel dengan beberapa perangkat keras bahkan dengan perangkat keras yang dikembangkan sebelum medium perangkat keras tersebut dicipatakan untuk recordable[54] Banyak Perekam DVD saat ini dapat digunakan untuk teknologi DVD dengan perekaman lapisan ganda, dan sementara harga menjadi dapat dibandingkan dengan single-layer burners dari waktu ke waktu, akan tetapi blank dual-layer media tetap lebih mahal daripada single-layer media.[butuh rujukan]

Kapasitas[sunting | sunting sumber]

Jenis DVD dasar (diameter 12 cm, satu sisi atau dua sisi yang sifatnya homogen) merujuk pada perkiraan kasar kapasitas ukurannya dalam gigabyte. Dalam versi draft spesifikasi, DVD-5 memang menampung lima gigabyte, tetap jika beberapa parameter diubah kemudian seperti yang dijelaskan di atas membuat kapasitasnya menurun. Format lainnya yang berdiameter 8 cm dan varian hibrida, memperoleh nama numerik yang sama namun dengan deviasi yang lebih besar.

Tipe 12 cm merupakan tipe DVD standar, sedangkan tipe 8 cm dikenal sebagai MiniDVD. Hal tersebut sama pula dengan CD standar dengan mini-CD-nya. Kapasitas menurut luas permukaan (MiB/cm2) bervariasi dari 6,92 MiB/cm2 di DVD-1 hingga 18,0 MB/cm2 di DVD-18.[butuh klarifikasi] Setiap sektor DVD berisi 2.418 byte data, 2.048 byte di antaranya adalah data yang dapat digunakan ioleh pengguna. Ada sedikit perbedaan dalam ruang penyimpanan antara format + (plus) dan - (tanda hubung):

Pemindaian DVD-R; bagian "a" bagian telah direkam sedangkan bagian "b" belum direkam. Pemindaian bisa menjadi kurang jelas ketika dilakukan di CD-R dan BD-R.
Kapasitas and Nomenklatur [55][56] SS = single-sided (sisi tunggal), DS = double-sided (sisi-ganda), SL = single-layer (lapis-tunggal), DL = dual-layer (lapis-ganda)
Penamaan Sisi Lapis

(total)

Diameter

(cm)

Kapasitas
(GB)
DVD-1[57] SS SL 1 1 8 1.46
DVD-2 SS DL 1 2 8 2.65
DVD-3 DS SL 2 2 8 2.92
DVD-4 DS DL 2 4 8 5.31
DVD-5 SS SL 1 1 12 4.70
DVD-9 SS DL 1 2 12 8.54
DVD-10 DS SL 2 2 12 9.40
DVD-14[50] DS SL+DL 2 3 12 13.24
DVD-18 DS DL 2 4 12 17.08

Semua ukuran dinyatakan dalam arti desimalnya (sebagai contoh 1 Gigabyte = 1,000,000,000 bytes, dll.).

Perbandingan ukuran: sebuah cakram DVD+RW 12 cm dan pensil ukuran 19 cm
Kapasitas dan Nomenklatur dari cakram (re)writable
Penamaan Sisi Lapis

(total)

Diameter

(cm)

Kapasitas
(GB)
DVD-R SS SL (1.0) 1 1 12 3.95
DVD-R SS SL (2.0) 1 1 12 4.70
DVD-RW SS SL 1 1 12 4.70
DVD+R SS SL 1 1 12 4.70
DVD+RW SS SL 1 1 12 4.70
DVD-R SS DL 1 2 12 8.50
DVD-RW SS DL 1 2 12 8.54
DVD+R

SS DL

1 2 12 8.54
DVD+RW SS DL 1 2 12 8.54
DVD-RAM SS SL 1 1 8 1.46*
DVD-RAM DS SL 2 1 8 2.47*
DVD-RAM SS SL (1.0) 1 1 12 2.58
DVD-RAM SS SL (2.0) 1 1 12 4.70
DVD-RAM DS SL (1.0) 2 1 12 5.15
DVD-RAM DS SL (2.0) 2 1 12 9.39*

Semua ukuran dinyatakan dalam arti desimalnya (sebagai contoh 1 Gigabyte = 1,000,000,000 bytes, dll.).

Pengoperasian Drive DVD-RW (melakukan operasi pembakaran (write)) dengan melindungi pencopotan sampul
Perbedaan kapasitas dari format cakram writable DVD
Tipe Sektor Bytes kB MB GB
DVD-R SL 2,298,496 4,707,319,808 4,707,320 4,707 4.7
DVD+R SL 2,295,104 4,700,372,992 4,700,373 4,700 4.7
DVD-R DL 4,171,712 8,543,666,176 8,543,666 8,544 8.5
DVD+R DL 4,173,824 8,547,991,552 8,547,992 8,548 8.5

Semua ukuran dinyatakan dalam arti desimalnya (sebagai contoh 1 Gigabyte = 1,000,000,000 bytes, dll.).

Kapasitas Cakram Writable DVD' (Unformatted Single-Sided, Single-Layer Discs)[58]
Jenis cakram Versi spesifikasi Ukuran cakram Jumlah sektor data tiap sisi Kapasitas kasar (bita)
DVD+R 1.2 8 cm 714.544 1.463.386.112
DVD+R 1.2 12 cm 2.295.104 4.700.372.992
DVD+RW 1.2 8 cm 714.544 1.463.386.112
DVD+RW 1.2 12 cm 2.295.104 4.700.372.992
DVD-R 1.0 8 cm 600.586 1.230.000.000
DVD-R 1.0 12 cm 1.928.711 3.950.000.000
DVD-R Authoring 2.0 8 cm 712.891 1.460.000.000
DVD-R Authoring 2.0 12 cm 2.294.922 4.700.000.000
DVD-R General 2.0 8 cm 712.891 1.460.000.000
DVD-R General 2.0 12 cm 2.294.922 4.700.000.000
DVD-RW 1.1 8 cm 712.891 1.460.000.000
DVD-RW 1.1 12 cm 2.294.922 4.700.000.000
DVD-RAM 1.0 12 cm 1.218.960 2.496.430.080
DVD-RAM 2.0 12 cm 2.295.072 4.700.307.456
DVD-RAM 2.1 8 cm 714.480 1.463.255.040

DVD Drive dan pemutar DVD[sunting | sunting sumber]

DVD Drive merupakan perangkat yang dapat membaca cakram DVD di komputer. Pemutar DVD merupakan jenis perangkat tertentu yang dirancang agar tidak perlu memerlukan komputer untuk membaca cakram untuk mengoperasikannya, perangkat DVD juga dapat membaca cakram DVD-Video dan DVD-Audio.

Laser dan optik[sunting | sunting sumber]

Perbandingan berbagai media penyimpanan optik

Ketiga media cakram optik pada umumnya (Cakram padat, DVD, dan Blu-ray) menggunakan cahaya dari dioda laser, untuk kemurnian spektral dan kemampuannya untuk dapat memfokuskan secara tepat. DVD menggunakan cahaya dengan panjang gelombang 650 nm (merah), sebagai antitesa dari 780 nm (far-red, biasa disebut inframerah) untuk CD. Panjang gelombang yang lebih pendek ini memungkinkan untuk menembus lubang yang lebih kecil pada permukaan media dibandingkan dengan panjang gelombang cahaya pada teknologi CD (0,74 µm untuk DVD versus 1,6 µm untuk CD), hal tersebut merupakan sebagian dari peningkatan kapasitas penyimpanan yang dapat dilakukan oleh DVD.

Sebagai perbandingan, Cakram Blu-ray, sebagai penerus format DVD menggunakan panjang gelombang 405 nm (violet), dan dalam satu cakram lapis ganda memiliki kapasitas penyimpanan 50 GB.

Kecepatan transfer[sunting | sunting sumber]

Mekanisme internal DVD-ROM Drive. Lihat teks untuk detailnya.

Kecepatan baca (read) dan tulis (write) untuk drive dan pemutar DVD pada awalnya memiliki kecepatan 1.385 kB/s (1.353 KiB/s); kecepatan ini biasanya disebut "1×". Model yang lebih baru, bisa mencapai 18× atau 20× yang memiliki kecepatan 18 atau 20 kali lipat. Sebagai catatan bahwa untuk drive CD dengan kecepatan 1× memiliki kecepatan 153,6 kB/dtk (150 KiB/dtk), sekitar sepersembilan dari kecepatan DVD para era awal.[57][59]

Kecepatan DVD drive
Kecepatan drive (bukan kecepatan rotasi) Kecepatan data ~Waktu tulis (writes) (menit)[60] Revolusi per menit (constant linear velocity, CLV)[61][62][lower-alpha 3]
Mbit/s MB/s Single-Layer (lapis tunggal) Dual-Layer (lapis ganda)
11 1.4 57 103 1400 (bagian dalam) 580 (bagian luar)[59]
22 2.8 28 51 2800 (bagian dalam) 1160 (bagian luar)
2.4× 27 3.3 24 43 3360 (bagian dalam) 1392 (bagian luar)
2.6× 29 3.6 22 40 3640 (bagian dalam) 1508 (bagian luar)
33 4.1 19 34 4200 (bagian dalam) 2320 (bagian luar)
44 5.5 14 26 5600 (bagian dalam) 2900 (bagian luar)
67 8.3 9 17 8400 (bagian dalam) 3480 (bagian luar)
89 11.1 7 13 4640 (CAV; tidak lagi murni menggunakan CLV )
10× 111 13.9 6 10 5800
12× 133 16.6 5 9 6960
16× 177 22.2 4 6 9280
18× 199 24.9 3 6 10440
20× 222 27.7 3 5 11600
22× 244 30.5 3 5 12760
24× 266 33.2 2 4 13920


DVD dapat berputar pada kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada CD. DVD dapat berputar hingga 32000 RPM sedangkan CD 23000 RPM.[63] Namun, dalam praktiknya, cakram tidak boleh diputar pada kecepatan tertinggi yang dimungkinkan, hal ini dilakukan untuk memberikan margin keamanan dan sedikit pembeda antar cakram, serta untuk mencegah kelelahan material dari tekanan fisik.

Cakram DVD recordable dan rewritable dapat dibaca dan ditulis menggunakan kecepatan sudut konstan (CAV), kecepatan linier konstan (CLV), Kecepatan sudut konstan parsial (P-CAV) atau Kecepatan Linier Konstan Berzona (Z-CLV atau ZCLV).[64]

Karena kepadatan data DVD lapis ganda yang sedikit lebih rendah (4,25 GB, bukan 4,7 GB per lapisan), kecepatan rotasi yang diperlukan sekitar 10% lebih cepat untuk kecepatan data yang sama, yang berarti bahwa peringkat kecepatan sudut yang sama memiliki kecepatan rotasi sudut fisik 10% lebih tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kecepatan membaca media lapisan ganda mengalami stagnasi pada kecepatan 12× (kecepatan sudut konstan) untuk half-height optical disk yang dirilis sejak sekitar tahun 2005,[lower-alpha 4] dan slim type optical drives hanya mampu merekam media lapisan ganda pada kecepatan 6× (kecepatan sudut konstan), sedangkan kecepatan membaca masih dapat dilakukan oleh media lapisan slim type optical drives.[69][70][71]

Pengukuran kualitas cakram[sunting | sunting sumber]

Pengukuran tingkat kesalahan pada DVD+R. Tingkat kesalahan masih dalam kisaran yang sehat.

Kualitas dan bobot dari data media optik dapat diukur, hal ini berarti bahwa kehilangan data di masa depan yang disebabkan oleh media yang memburuk dapat diprediksi dengan baik dari jauh-jauh hari dengan mengukur tingkat kesalahan data yang dapat diperbaiki.[72]

Kesalahan data pada DVD diukur melalui:

  • "PIE'' — Parity Inner Error (Galat Paritas Dalam)
  • ''PIF'' — Parity Inner Error (Kegagalan Paritas Dalam)
  • ''POE'' — Parity Outer Error (Galat Paritas Luar)
  • 'POF'' — Parity Outer Failure (Kegagalan Paritas Luar)

Tingkat galat yang lebih tinggi dapat menunjukkan kualitas media yang lebih rendah, media yang rusak, goresan dan kotoran pada permukaan cakram, dan/atau penulisan pada perekam DVD yang tidak berfungsi dengan baik.

PIE, PIF, dan galat POE dapat diperbaiki, sedangkan POF menunjukkan galat pada CRC, yang berarti terjadi galat satu blok 2048 byte (atau sektor) mengalami kehilangan data, akibat terlalu banyak kesalahan kecil yang berurutan.

Parameter tambahan yang dapat mengukur adalah kesalahan/galat adalah mengenai fokus sinar laser, kesalahan pelacakan, kesalahan jitter dan beta (inkonsistensi dalam panjang pintu masuk dan lubang).

Penyokong dalam pengukuran kualitas disk bervariasi diantara vendor dan model drive optik.[73][74]

DVD-Video[sunting | sunting sumber]

DVD-Video adalah standar untuk mendistribusikan konten video/audio pada media DVD. Format ini mulai dijual di Jepang pada 1 November 1996, di Amerika Serikat pada 24 Maret 1997 sejalan dengan perayaan Academy Awards ke-69 hari itu;[26] di Kanada, Amerika Tengah, dan Indonesia pada tahun 1997, dan di Eropa, Asia, Australia, dan Afrika pada tahun 1998. DVD-Video menjadi bentuk dominan dari pangsa distribusi video rumahan (home video) di Jepang pada saat pertama kali dijual pada tanggal 1 November 1996 , tetapi pangsa pasar distribusi video rumahan tersebut menjadi terbagi di wilayah Amerika Serikat selama beberapa tahun; tepatnya pada tanggal 15 Juni 2003, ketika persewaan DVD-Video mingguan di Amerika Serikat mulai melebihi jumlah persewaan kaset VHS mingguan.[75] DVD-Video masih menjadi bentuk dominan dari distribusi video rumahan di seluruh dunia kecuali di Jepang, dimana DVD-Video dikalahkan oleh Cakram Blu-ray ketika Blu-ray pertama kali dijual di Jepang pada tanggal 31 Maret 2006.

Perlindungan[sunting | sunting sumber]

Content Scramble System (CSS) merupakan bagian dari manajemen hak digital (DRM) dan merupakan sistem enkripsi yang digunakan pada hampir semua cakram DVD-video yang diproduksi secara komersial. CSS menggunakan paten algoritma stream cipher 40-bit . Sistem ini diperkenalkan sekitar tahun 1996 dan pertama kali dikompromikan pada tahun 1999.

Tujuan CSS ada dua:

  1. CSS mencegah salinan byte demi byte dari MPEG (video digital) stream agar tidak dapat diputar karena salinan tersebut tidak menyertakan kunci (keys) yang disembunyikan dan terharang di saluran masuk DVD.
  2. CSS memberikan alasan bagi produsen untuk membuat perangkat mereka sesuai dengan standar yang dikontrol industri, dikarenakan pengacakan oleh CSS pada prinsipnya agar DVD-Video tidak dapat diputar pada perangkat yang tidak sesuai; siapa pun yang ingin membuat perangkat yang sesuai harus mendapatkan lisensi, yang berisi persyaratan bahwa sistem DRM (kode wilayah, Macrovision, dan larangan pengoperasian pengguna) diimplementasikan.[76]

Sementara sebagian besar perangkat lunak yang digunakan untuk mende-enkripsi CSS digunakan untuk memutar video DVD, serta perangkat lunak lain (seperti DVD Decrypter, AnyDVD, DVD43, Smartripper, dan DVD Shrink) dapat melakukan penyalinan DVD ke hard drive dan menghapus Macrovision, enkripsi CSS, kode wilayah dan larangan pengoperasian pengguna.

Pembatasan konsumen[sunting | sunting sumber]

Munculnya fitur berbagi berkas telah mendorong banyak pemegang hak cipta untuk menampilkan pemberitahuan pada kemasan DVD atau ditampilkan di layar ketika konten diputar untuk memperingatkan konsumen tentang hal-hal yang bersifat ilegalitas dalam penggunaan DVD. Merupakan hal yang biasa untuk menyertakan peringatan 90 detik bahwa sebagian besar bentuk penyalinan konten merupakan hal yang ilegal. Banyak DVD mencegah/menolak untuk melangkahi. mempercepat -meneruskan peringatan tersebut.

Pengaturan untuk menyewa dan meminjamkan berbeda menurut geografinya. Di Amerika Serikat, hak untuk menjual kembali, menyewakan, atau meminjamkan DVD yang dibeli dilindungi oleh doktrin penjualan pertama (First-sale doctrine) yang diatur di bawah Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 (Copyright Act of 1976). Sedangkan di Eropa, hak sewa dan peminjaman sifatnya lebih terbatas, di bawah Arahan Eropa 1992 (1992 European Directive) yang memberikan keleluasaan bagi pemegang hak cipta yang lebih luas untuk membatasi sewa komersial dan pinjaman publik pada salinan DVD dari karya mereka.

DVD-Audio[sunting | sunting sumber]

DVD-Audio merupakan format untuk mengirimkan konten audio fidelitas tinggi pada cakram DVD. DVD-Audio menawarkan banyak opsi konfigurasi saluran (dari mono hingga 5.1 surround sound) di berbagai frekuensi sampling (hingga 24-bit/192 kHz versus 16-bit/44,1 kHz CDDA). Dibandingkan dengan format CD, format DVD berkapasitas jauh lebih tinggi sehingga memungkinkan dimasukkannya lebih banyak musik (berkaitan dengan total waktu audo berjalan serta kuantitas lagu) atau kualitas audio yang jauh lebih tinggi (dicerminkan oleh laju pengambilan sampel yang lebih tinggi, resolusi sampel yang lebih besar, serta saluran tambahan untuk reproduksi suara spasial).

DVD-Audio secara singkat membentuk pangsapasar, mungkin karena merupakan versi yang sangat tersegmentasi untuk menghindari saingan perang format standar SACD dan DVD-Video.

Perlindungan[sunting | sunting sumber]

Disk DVD-Audio menggunakan mekanisme DRM, disebut juga dengan Content Protection for Prerecorded Media (CPPM), yang dikembangkan oleh grup 4C (IBM, Intel, Matsushita, dan Toshiba).

Meskipun CPPM seharusnya jauh lebih sulit untuk dibobol daripada CSS DVD-Video, namnun CPPM akhirnya juga dapat dibobol pada tahun 2007 dengan dirilisnya alat dvdcpxm. Rilis selanjutnya dari library libdvdcpxm (didasarkan pada alat dvdcpxm) memungkinkan pengembangan pemutar DVD-Audio yang bersifat open source dan perangkat lunak ripping. Akibatnya, membuat salinan 1:1 dari cakram DVD-Audio sekarang dapat dilakukan dengan relatif mudah, seperti yang terjadi pada DVD-Video.

Penerus dan kemerosotan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2006 terdapat dua format baru yang disebut HD DVD dan Blu-ray Disc dirilis sebagai penerus DVD. HD DVD tidak berhasil bersaing dengan Blu-ray Disc dalam perang format 2006–2008. DVD HD lapis ganda dapat menyimpan hingga 30 GB dan disk Blu-ray lapis ganda dapat menyimpan hingga 50 GB.[77][78]

Namun, tidak seperti perubahan format sebelumnya, misalnya, vinil ke Compact Disc atau kaset video VHS ke DVD, tidak ada indikasi langsung bahwa produksi DVD standar akan turun secara bertahap, karena masih mendominasi, dengan sekitar 75% dari penjualan video dan sekitar satu miliar penjualan DVD player di seluruh dunia pada April 2011. Faktanya, para ahli mengklaim bahwa DVD akan tetap menjadi media dominan setidaknya selama lima tahun ke depan karena teknologi Blu-ray masih dalam tahap pengenalan, kecepatan tulis (write) dan baca (read) masih dalam tahap rendah dan perangkat keras yang diperlukan mahal harganya dan tidak banyak tersedia.[79][80]

Konsumen awalnya juga lambat untuk mengadopsi Blu-ray karena biaya yang mahal.[81] Pada tahun 2009, 85% toko menjual Blu-ray Disc. Televisi definisi tinggi serta kabel sambungan yang sesuai juga diperlukan untuk memanfaatkan cakram Blu-ray. Beberapa analis menyarankan bahwa hambatan terbesar untuk mengganti DVD adalah karena basis pemasangan; sebagian besar konsumen puas dengan DVD.[82]

DVD berhasil karena menawarkan alternatif yang menarik untuk menggantikan VHS. Selain itu, ukuran media yang seragam memungkinkan pabrikan membuat pemutar Blu-ray (dan pemutar HD DVD) memiliki fitur kompatibel dengan perangkat sebelumnya, sehingga mereka dapat memutar di pemutar DVD yang lama. Hal tersebut tentu berbeda dengan perubahan dari vinyl ke CD, dan dari tape ke DVD, yang melibatkan perubahan total dalam media fisiknya. Pada tahun 2019 masih merupakan hal yang lazim bagi studio untuk mengeluarkan rilis besar dalam format "combo pack", termasuk DVD dan cakram Blu-ray (serta salinan digital). Juga, beberapa set multi-cakram menggunakan Blu-ray sebagai fitur utamanya, dan DVD untuk fitur tambahan (contohnya koleksi "Ultimate Edition" Harry Potter yang di rilis ulang tahun 2009, serial TV yang berjudul The Prisoner tahun 1967, dan Koleksi 2007 yang berhubungan dengan Blade Runner). Alasan lain yang dikutip (Juli 2011) untuk hambatan transisi ke Blu-ray dari DVD dikarenakan kebutuhan dan kebingungan atas "pembaruan firmware" yang memerlukan koneksi internet untuk melakukan pembaruan.

Situasi ini serupa dengan pergantian dari rekaman 78 rpm menjadi rekaman vinil 45 rpm dan 33⅓ rpm. Karena media baru dan lama hampir sama (cakram pada meja putar, dimainkan dengan jarum), produsen pemutar fonograf terus memasukkan kemampuan untuk memutar 78s selama beberapa dekade setelah format dihentikan.

Produsen terus merilis DVD standar pada tahun 2020, dan format DVD Standar tetap menjadi format yang lebih disukai untuk rilis program televisi dan film lama. Acara yang direkam dan diedit seluruhnya dalam film, seperti Star Trek: The Original Series, tidak dapat dirilis dalam definisi tinggi tanpa dipindai ulang dari rekaman film aslinya. Efek khusus tertentu harus diperbarui agar tampil lebih baik dalam definisi tinggi.[83][tepercaya?] Acara yang dibuat antara awal 1980-an dan awal 2000-an umumnya direkam dalam film, kemudian ditransfer ke kaset, dan kemudian diedit secara asli di NTSC atau PAL, membuat transfer definisi tinggi menjadi tidak mungkin karena standar SD telah matang menjadi potongan terkahir dari episode. Star Trek: The Next Generation merupakan satu-satunya acara Star Trek yang mendapatkan rilis Blu-ray. Proses pembuatan episode TNG versi definisi tinggi memerlukan pencarian klip film asli, memindai ulang ke komputer untuk memuat definisi tinggi, mengedit ulang episode secara digital dari awal, dan merender ulang bidikan efek visual yang baru. Hal tersebut merupakan sebuah cobaan luar biasa membutuhkan banyak tenaga yang menelan biaya lebih dari $12 juta dari Paramount. Proyek tersebut mengalami kegagalan finansial dan mengakibatkan Paramount memutuskan dengan sangat tegas untuk tidak memberikan perlakuan yang sama kepada film Deep Space Nine dan Voyager.[84] Namun, What We Left Behind menyertakan sejumlah kecil rekaman Deep Space Nine yang telah di-remaster.

DVD juga menghadapi persaingan dari layanan video sesuai permintaan (video on demand).[85][86][87][88] Dengan meningkatnya jumlah rumah yang memiliki koneksi Internet kecepatan tinggi, sehingga banyak pelanggan yang memiliki pilihan untuk menyewa atau membeli video dari layanan online, dan melihatnya dengan streaming langsung dari server layanan itu, yang berarti mereka tidak lagi bek media penyimpanan permanen untuk video. Pada tahun 2017, layanan streaming digital telah melampaui penjualan DVD dan Blu-ray untuk pertama kalinya.[89]

Masa Umur[sunting | sunting sumber]

Umur panjang media penyimpanan diukur dengan berapa lama data tetap dapat dibaca, dengan asumsi ada perangkat yang kompatibel yang dapat membacanya: yaitu, berapa lama cakram dapat disimpan sampai data hilang. Banyak faktor yang mempengaruhi umur panjang suatu media penyimpanan: komposisi dan kualitas media (perekaman dan lapisan media), kelembaban dan kondisi penyimpanan cahaya, kualitas rekaman awal (terkadang merupakan masalah kompatibilitas timbal balik antara media dan perekam), dll.[90] Menurut NIST, "suhu 64,4 °F (18 °C) dan 40% RH [Kelembaban Relatif] akan dianggap cocok untuk penyimpanan jangka panjang. Sehingga suhu dan RH yang lebih rendah direkomendasikan untuk penyimpanan jangka panjang."[91]

Menurut Optical Storage Technology Association (OSTA), "Produsen mengklaim rentang masa umur hidup mulai dari 30 hingga 100 tahun untuk cakram DVD, DVD-R dan DVD+R dan hingga 30 tahun untuk DVD-RW, DVD+RW dan DVD-RAM."[92]

Menurut proyek penelitian NIST/LoC yang dilakukan pada tahun 2005–2007 menggunakan metode pengujian umur pakai yang dipercepat, "Ada lima belas produk DVD yang diuji, termasuk lima DVD-R, lima DVD+R, dua DVD-RW, dan tiga jenis DVD+RW. Ada sembilan puluh sampel yang diuji untuk setiap produk. [...] Secara keseluruhan, tujuh produk yang diuji memiliki perkiraan harapan hidup dalam kondisi ambient lebih dari 45 tahun. Empat produk memiliki perkiraan harapan hidup 30-45 tahun dalam kondisi penyimpanan ambient. Dua produk memiliki perkiraan harapan hidup 15–30 tahun dan dua produk memiliki perkiraan harapan hidup kurang dari 15 tahun bila disimpan dalam kondisi ambient." Harapan hidup untuk perkiraan keselamatannya 95% yang diperkirakan dalam proyek ini berdasarkan jenis produk ditabulasikan di bawah ini:[90][diragukan]

Tipe Cakram 0–15 tahun 15–30 tahun 30–45 tahun lebih dari 45 tahun
DVD-R 20% 20% 0% 60%
DVD+R 20% 0% 40% 40%
DVD-RW 0% 0% 50% 50%
DVD+RW 0% 33.3% 33.3% 33.3%
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
DVD-R
DVD+R
DVD-RW
DVD+RW
  •   0–15 tahun
  •   15–30 tahun
  •   30–45 tahun
  •   lebih dari 45 tahun

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. Empat judul tersebut adalah The Fugitive, Blade Runner: Director's Cut, Eraser, and Assassins.
  2. Pasar ujicoba tersebut berada di Chicago, Dallas, Los Angeles, New York City, San Francisco, Seattle, dan Washington, D.C.
  3. Karena lingkar lintasan data dari cakram 12cm menjadi 2,4 kali lebih panjang dari sisi luar maupun sisi dalam, angka kecepatan sudut konstan setara dengan kecepatan rotasi fisik yang dimiliki disk saat mengakses dengan angka kecepatan linier konstan dengan kecepatan yang sama di tepi terluar. Hal tersebut berarti bahwa kecepatan CLV (kecepatan linier konstan) yang tercatat di tepi luar sama dengan jumlah rotasi per menit yang setara dengan angka peringkat CAV (kecepatan sudut konstan).
  4. Model drive optik pertama dari vendor drive optik ternama yang mencapai kecepatan ×12 pada DVD-ROM Dual Layer adalah perusahaan Pioneer DVR-107 (2004).[65][66] Kemudian optical drives seperti HL data storage GSA-H10N (2006)[67] juga telah mencapai kecepatan membaca 12×(CAV) pada media lapisan ganda yang dapat direkam (recordable) recordable dual-layer media (DVD-R DL, DVD+R DL), dan TSSTcorp SH-S202/S203/TS-H653B (2007) mencapai kecepatan tulis 12×(CAV) dan 16×(CAV) masing masing pada DVD-R DL dan DVD+R DL dari media berkualitas dari vendor pilihan.[68]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. 1,0 1,1 "DVD FLLC – DVD Format Book". Dvdfllc.co.jp. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 25, 2010. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  2. 2,0 2,1 "DVD FLLC – DVD Format Book". Dvdfllc.co.jp. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 2, 2010. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  3. 3,0 3,1 "BOOKS OVERVIEW". Mpeg.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 1, 2010. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  4. Popular Mechanics, June 1997, p. 69;
  5. Jim Taylor, DVD demystified, McGraw Hill, 1998, 1st edition, p. 405
  6. "CD/DVD comparison chart". h71036.www7.hp.com. Diakses tanggal 2022-01-26. 
  7. "Difference between DVD-R and DVD-RW". GeeksforGeeks (dalam bahasa English). 2020-06-15. Diakses tanggal 2022-01-26. 
  8. Oxford English Dictionary, DVD.
  9. "DVD Primer". DVD Forum. September 6, 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 9, 2010. Diakses tanggal 2013-12-14. 
  10. "DVD Forum's Mission". DVD Forum. January 14, 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 10, 2014. Diakses tanggal 2014-06-11. 
  11. "Super Video Compact Disc, A Technical Explanation (PDF)" (PDF). Philips System Standards and Licensing. 1998: 2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal May 28, 2008. Diakses tanggal 2008-02-13. 
  12. "WCES: The Calm Before the Storm". Next Generation. Imagine Media (3): 18. March 1995. 
  13. 13,0 13,1 "DVD Plagued by Double Standards". Next Generation. Imagine Media (6): 16–17. June 1995. 
  14. "Requirements for Future High-Capacity Compact-Disc Format Announced by Computer Industry Technical Group". Apple Computer. May 3, 1995. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 2, 1998. Diakses tanggal December 1, 2021. 
  15. "Electronic Giants Battle On". Next Generation. Imagine Media (11): 19. November 1995. 
  16. 16,0 16,1 "DVD: coming soon to your PC?". Computer Shopper. 16 (3): 189. March 1, 1996. 
  17. 1 GB = one billion bytes
  18. Nokia (September 26, 1995). Nokia Welcomes Single Standard for Next Generation High Density Optical Disc Format. Siaran pers. Diarsipkan 1996-12-20 di Wayback Machine.
  19. Toshiba (December 8, 1995). DVD Format Unification. Siaran pers.
  20. Souter, Gerry (2017) [1997]. "DVD: The Five-Inch Digital Video Disc". Buying and Selling Multimedia Services. CRC Press. ISBN 978-1-136-13437-1. 
  21. Taylor, Jim (21 March 1997). "DVD Frequently Asked Questions (with answers!)". Video Discovery. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 March 1997. Diakses tanggal 20 August 2019. 
  22. "DVD Is Go!". Japan Press Network. January 17, 1996. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 16, 1999. Diakses tanggal October 6, 2021. 
  23. Elrich, David J. (July 11, 1996). "DVD Introduction Announced". E-Town News. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 13, 1999. Diakses tanggal October 6, 2021. 
  24. "Matsushita Electronics to launch DVDs in November". CNN. August 31, 1996. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 14, 2000. Diakses tanggal October 6, 2021. 
  25. Elrich, David J. (November 19, 1996). "Toshiba: DVD is here -- Almost". E-Town News. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 16, 1999. Diakses tanggal October 6, 2021. 
  26. 26,0 26,1 Copeland, Jeff B. (March 23, 1997). "Oscar Day Is Also DVD Day". E! Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 11, 1997. Diakses tanggal August 21, 2019. 
  27. Gerson, Bob (March 21, 1997). "Warner's DVD Warning". E-Town News. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 17, 1999. Diakses tanggal October 6, 2021. 
  28. Bilzi, Jill (April 7, 1997). "DVD Street Date Ignored". E-Town News. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 16, 1999. Diakses tanggal October 6, 2021. 
  29. Warner Home Video (July 31, 1997). DVD Announcement. Siaran pers. Diarsipkan 1999-02-19 di Wayback Machine.
  30. Practical Television, November 2001 issue
  31. Calculated pound sterling inflation using https://www.bankofengland.co.uk/monetary-policy/inflation/inflation-calculator, 15 pounds in 2001 to 2019 = 25 pounds, then calculated exchange rate using Google
  32. Uhlig, Robert (22 November 2004). "DVD kills the video show as digital age takes over". Telegraph.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 16, 2018. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  33. 33,0 33,1 "DVD Game Consoles?". Next Generation. No. 18. Imagine Media. June 1996. hlm. 40. 
  34. "DVD Authoring — What is DLT?". HellmanProduction.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 24, 2019. Diakses tanggal April 13, 2020. 
  35. "DVD Authoring — How to make a proper DVD master". HellmanProduction.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 6, 2019. Diakses tanggal April 13, 2020. 
  36. Kidman, Alex (October 21, 2010). "Toshiba 22DV615Y LCD TV/DVD Combo review". CNET. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 16, 2020. Diakses tanggal July 16, 2020. 
  37. Watson, Stephanie (October 16, 2004). "How Blu-ray Reads Data". HowStuffWorks.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 20, 2019. Diakses tanggal April 21, 2020. 
  38. Watson, Stephanie (October 16, 2004). "Building a Blu-ray Disc". HowStuffWorks.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 15, 2020. Diakses tanggal April 21, 2020. 
  39. 39,0 39,1 39,2 ISO ISO Freely Available Standards Diarsipkan October 26, 2018, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-07-24
  40. "Standard ECMA-267". Ecma-international.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 22, 2013. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  41. ISO ISO/IEC 17344:2009, Data interchange on 120 mm and 80 mm optical disc using +R format – Capacity: 4,7 Gbytes and 1,46 Gbytes per side (recording speed up to 16X) Diarsipkan April 29, 2011, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-07-26
  42. ISO ISO/IEC 25434:2008, Data interchange on 120 mm and 80 mm optical disc using +R DL format – Capacity: 8,55 Gbytes and 2,66 Gbytes per side (recording speed up to 16X) Diarsipkan April 29, 2011, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-07-26
  43. ISO ISO/IEC 17341:2009, Data interchange on 120 mm and 80 mm optical disc using +RW format – Capacity: 4,7 Gbytes and 1,46 Gbytes per side (recording speed up to 4X) Diarsipkan April 29, 2011, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-07-26
  44. ISO ISO/IEC 26925:2009, Data interchange on 120 mm and 80 mm optical disc using +RW HS format – Capacity: 4,7 Gbytes and 1,46 Gbytes per side (recording speed 8X) Diarsipkan April 29, 2011, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-07-26
  45. 45,0 45,1 DVD FLLC (2009) DVD Format Book Diarsipkan April 4, 2010, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-08-14
  46. DVD FLLC (2009) How To Obtain DVD Format/Logo License (2005–2009) Diarsipkan March 18, 2010, di Wayback Machine., Retrieved on 2009-08-14
  47. "DVD players benchmark". hometheaterhifi.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 13, 2008. Diakses tanggal 2008-04-01. 
  48. DVD: The Death Knell of Laserdisc (dalam bahasa English), diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-21, diakses tanggal 2021-07-16 
  49. "DVD Studio Pro 4 User Manual". documentation.apple.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 26, 2013. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  50. 50,0 50,1 50,2 "DVD-14". AfterDawn Ltd. Diakses tanggal 2007-02-06. 
  51. Watson, James. "The recordable DVD clinic". The Register. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 21, 2017. Diakses tanggal 15 October 2001. 
  52. "DVD Media / DVD-R Media". Tape Resources. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-27. Diakses tanggal 2011-08-09. 
  53. "DVDs" (PDF). PDST Technology in Education. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal December 2, 2013. Diakses tanggal 2017-01-22. 
  54. 54,0 54,1 DeMoulin, Robert. "Understanding Dual Layer DVD Recording". BurnWorld.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 21, 2010. Diakses tanggal 2007-07-06. 
  55. "DVD Book A: Physical parameters". Mpeg.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 17, 2012. Diakses tanggal 2009-08-22. 
  56. "AVOS Companies – OSFAL Group" (PDF). www.avos.eu. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 28, 2008. 
  57. 57,0 57,1 Taylor, Jim. "DVD Demystifed FAQ". Dvddemystified.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 22, 2009. Diakses tanggal 2009-08-22. 
  58. "Understanding DVD - Disc Size, Configuration and Capacity". Diakses tanggal 2012-10-15. 
  59. 59,0 59,1 "Understanding DVD -Recording Speed". Optical Storage Technology Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 11, 2004. Diakses tanggal 2011-08-09. 
  60. The write time is wildly optimistic for higher (>4x) write speeds, due to being calculated from the maximum drive write speed instead of the average drive write speed.[butuh rujukan]
  61. Montilus, Clerbie (2003). Elert, Glenn, ed. "Angular speed of a DVD". The Physics Factbook. Diakses tanggal 2022-01-21. 
  62. "DVD-ROM". August 8, 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 8, 2003. 
  63. "Life in the fast lane can be a disc-shattering experience". The Sydney Morning Herald. December 9, 2002. 
  64. "Understanding DVD -Recording Speed". Optical Storage Technology Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 11, 2004. Diakses tanggal July 24, 2011. 
  65. "DVR-107D, DVR-107BK General Specifications" (PDF). Pioneer Electronics USA. 2004. Diakses tanggal 31 July 2020. 
  66. Pioneer DVR-A06 brochure (2003)
  67. "GSA-H10N, H10L, QSG-1008S (owner's manual)" (PDF). Hitachi-LG data storage. 2006-09-01. hlm. 3. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 17 August 2020. Diakses tanggal 17 August 2020. 
  68. "Super -writemaster DVD Writer SH-S203B(TS-H653B)/ SH-S203D(TS-H653D)" (PDF) (User manual) (dalam bahasa 한국어). Samsung Electronics. 2007. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-08-07. Diakses tanggal 2020-08-07. 
  69. "View All Discontinued LG Burners & Drives". LG USA. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 11, 2020. 
  70. "Manual". 
  71. Pioneer computer drive archive
  72. "QPxTool – check the quality". qpxtool.sourceforge.io. 
  73. "QPxTool glossary". qpxtool.sourceforge.io. QPxTool. 2008-08-01. Diakses tanggal 22 July 2020. 
  74. "One DVD "DATA" Sector – LightByte". 
  75. Bakalis, Anna (2003-06-20). "It's unreel: DVD rentals overtake videocassettes". The Washington Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 26, 2007. 
  76. "IEEE – Copy Protection for DVD Video p.2" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal March 18, 2009. 
  77. "What is Blu-ray Disc?". Sony. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 3, 2009. Diakses tanggal 2008-11-25. 
  78. "DVD FAQ: 3.13 – What about the new HD formats?". 2008-09-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 22, 2009. Diakses tanggal 2008-11-25. 
  79. "High-Definition Sales Far Behind Standard DVD's First Two Years". Movieweb.com. 2008-02-20. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-14. Diakses tanggal 2009-08-22. 
  80. "Blu-ray takes 25% Market share". 2008-09-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 23, 2011. Diakses tanggal 2011-06-28. 
  81. Martorana, Robert (2009-11-04). "Slow Blu-ray Adoption: A Threat to Hollywood's Bottom Line?". Seeking Alpha. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 4, 2016. Diakses tanggal 2011-08-09. 
  82. "Gates And Ballmer On "Making The Transition"". BusinessWeek. 2004-04-19. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-26. Diakses tanggal 2009-08-22. 
  83. "Kirk/Spock STAR TREK To Get All-New HD Spaceships". Aintitcool.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 9, 2012. Diakses tanggal 2009-08-22. 
  84. Burt, Kayti (2017-02-06). "Star Trek: DS9 & Voyager HD Blu-Ray Will Likely Never Happen". Den of Geek. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 17, 2018. Diakses tanggal January 12, 2019. 
  85. "Are DVDs becoming obsolete?". Electronics.howstuffworks.com. 1 November 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 5, 2015. Diakses tanggal 30 December 2016. 
  86. "Amazon.com: Customer Discussions: When will DVDs be obsolete?". Amazon.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 5, 2016. Diakses tanggal 30 December 2016. 
  87. Romano, Nick. "Is the DVD Becoming Obsolete?". ScreenCrush. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 12, 2015. Diakses tanggal 30 December 2016. 
  88. "DVD Going The Way Of VHS In 2016 – CINEMABLEND". Cinemablend.com. 6 June 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 12, 2015. Diakses tanggal 30 December 2016. 
  89. Sweney, Mark (5 January 2017). "Film and TV streaming and downloads overtake DVD sales for first time". Theguardian.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 3, 2018. Diakses tanggal 28 October 2017. 
  90. 90,0 90,1 Final Report: NIST/Library of Congress (LC) Optical Disc Longevity Study Diarsipkan February 28, 2017, di Wayback Machine., Loc.gov, September 2007 (table derived from figure 7)
  91. Chang, Wo (2007-08-21). "NIST Digital Media Group: docs/disccare". National Institute of Standards and Technology. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 4, 2013. Diakses tanggal 2013-12-18. 
  92. "Understanding DVD – Disc Longevity". Osta.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 2, 2010. Diakses tanggal 28 October 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • Artikel (dalam format PDF) tentang DVD
  • DVD di Curlie (dari DMOZ)
  • Dvddemystified.com: DVD Frequently Asked Questions and Answers
  • Dual Layer Explained – Informational Guide to the Dual Layer Recording Process
  • YouTube "DVD Gallery": 1997 Toshiba DVD demo disc (segment)an in-store Toshiba demonstration disc with technical information on the "then-new" DVD format.